ETANA DAN POI PERKUAT KOLABORASI UNTUK HADIRKAN HARAPAN BARU BAGI PASIEN KANKER
Jakarta, 1 Februari 2026 – Penyakit kanker tetap menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan nasional, dengan menduduki peringkat ketiga penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 mencatat lebih dari 408.661 kasus baru dengan angka kematian mencapai 242.099 kasus. Kanker payudara dan leher rahim menjadi beban tertinggi pada perempuan, sementara kanker paru dan kolorektal mendominasi pada laki-laki.
Merespons urgensi tersebut, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dalam momentum peringatan World Cancer Day (WCD) 2026 bertajuk “United By Unique”, menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem penanganan kanker yang komprehensif. Etana meyakini bahwa menghadapi tantangan kanker memerlukan langkah nyata dan sinergi lintas sektor.
Direktur Strategic Partnership & Business Development Etana, Randy Stevian, menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan kanker sangat bergantung pada kolaborasi yang tidak terfragmentasi. ”Dibutuhkan inovasi berkelanjutan agar layanan kanker, mulai dari deteksi dini, terapi terbaik hingga perawatan paliatif, dapat diakses secara lebih merata dan berkualitas oleh seluruh lapisan masyarakat” ujar Randy.
Sebagai bukti nyata dalam mendukung ketersediaan terapi inovatif, Etana menghadirkan rangkaian portofolio produk biologi onkologi yang strategis bagi pasien di Indonesia, di antaranya; Bevagen® (Bevacizumab) pertama yang diproduksi secara lokal di Indonesia, Etapidi® (Tislelizumab – Anti PD1), Brukinsa® (Zanubrutinib – Anti BTK), Hernera® (Neratinib Maleate – TKI) merupakan terapi kanker yang saat ini sulit tersedia di Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau.
Kehadiran produk-produk ini mempertegas posisi Etana sebagai produsen biofarmasi yang berfokus pada solusi kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi Etana untuk terus mengembangkan produk yang terjangkau sehingga pengobatan mutakhir dapat dicapai oleh pasien secara luas dan berkelanjutan.
“Inovasi kami di bidang onkologi bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pasien di Indonesia, terlepas dari keunikan kondisi klinis mereka, memiliki akses terhadap terapi bioteknologi berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal. Kami ingin memberikan harapan baru bagi pejuang kanker melalui solusi yang aman, efektif, dan terjangkau, demi meningkatkan kualitas hidup serta masa depan keluarga Indonesia” tegas Randy.
Etana secara proaktif mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan, diagnosis, hingga terapi kanker. Fokus ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan di negara berkembang seperti Indonesia, yang meliputi keterbatasan akses layanan kesehatan, ketimpangan fasilitas antarwilayah, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini. Sebagai langkah konkret, Etana memperkuat kemitraan strategis dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), organisasi profesi yang menjadi garda terdepan dalam edukasi dan tata laksana kanker di tanah air.
Sejalan dengan semangat inovasi berbasis riset, Etana terus mengembangkan solusi bioteknologi onkologi yang presisi. Etana percaya bahwa kolaborasi erat dengan komunitas medis, khususnya para klinisi di bawah naungan POI, akan mempercepat adopsi teknologi medis terbaru dalam praktik klinis sehari-hari.
Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM menyambut baik inisiatif ini. “Penanganan kanker adalah upaya multidisiplin. Dukungan dari mitra industri seperti Etana sangat krusial, terutama dalam memfasilitasi forum diskusi strategis seperti Sarasehan WCD ini serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Sinergi ini merupakan kunci untuk memperkuat kebijakan pelayanan kanker yang berorientasi sepenuhnya pada keselamatan pasien” ungkap perwakilan POI.
Sebagai bagian dari rangkaian WCD 2026, POI dan Etana menyelenggarakan Sarasehan World Cancer Day sekaligus Pelantikan Pengurus Pusat POI Periode 2026–2029 di Jakarta. Forum ini menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan arah kebijakan pelayanan kanker nasional ke depan.
Selain agenda formal, kampanye digital melalui media sosial juga digulirkan untuk mengajak publik berpartisipasi. Melalui tagar #UnitedByUniquePOI, masyarakat diajak untuk menunjukkan dukungan terhadap kesetaraan akses layanan kanker secara unik dan personal. Kampanye ini berlangsung hingga 19 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya kolektif membangun kesadaran nasional.
Sekilas tentang Etana
Didirikan pada tahun 2014, Etana adalah perusahaan biofarmasi Indonesia yang meneliti, memproduksi, dan memasarkan terapi biologis untuk pasar Asia Tenggara. Dengan misi melayani pasien dalam menyediakan terapi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif, perusahaan telah membangun fasilitas produksi lokal mutakhir yang memenuhi standar FDA internasional dan Indonesia. Fasilitas tersebut mampu menghasilkan terapi biologis dengan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Etana bercita-cita menjadi perusahaan biofarmasi terkemuka di kawasan ASEAN melalui ekspansi agresif dalam kapasitas produksi dan pengembangan produk, dengan fokus utama pada produk onkologi dan vaksin.
Etana dipimpin oleh tim manajemen lokal yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan luar dan dalam negeri serta memiliki pengalaman yang kuat di industri biofarmasi, dan didukung oleh tim investor internasional dan perusahaan biofarmasi terkemuka. Etana bertujuan untuk menyediakan terapi yang inovatif namun terjangkau melalui produksi lokal, untuk mendukung program pemerintah Indonesia dan permintaan pasar yang lebih besar. Etana saat ini adalah perusahaan biotek terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada penelitian dan pembuatan monoclonal antibodi, mRNA, dan platform biologis lainnya.