PERINGATI HARI GINJAL SEDUNIA, ETANA DORONG PENINGKATAN AKSES TERAPI ANEMIA PADA PASIEN PGK

Jakarta, 11 Maret 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) mendorong peningkatan akses terapi anemia bagi pasien penyakit ginjal kronik (PGK) di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari kontribusi Etana dalam mendukung penanganan penyakit ginjal secara komprehensif sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien secara berkelanjutan.

 

Sebagai bagian dari tata laksana anemia pada pasien PGK, terapi Erythropoietin (EPO) memiliki peran penting dalam membantu menjaga kadar hemoglobin. Untuk mendukung ketersediaan terapi tersebut, Etana menghadirkan Renogen, produk EPO yang diproduksi di dalam negeri dan telah digunakan dalam pelayanan kesehatan sesuai dengan standar medis serta praktik klinis nasional.

 

Roy Priadi, Director of Renal & Cardio Business Unit Etana, mengatakan “Penyakit ginjal kronik tidak hanya berdampak pada fungsi organ, tetapi juga pada kualitas hidup pasien. Karena itu, memastikan akses terhadap terapi yang tepat menjadi sangat penting. Melalui produksi lokal, Etana berupaya menghadirkan pengobatan yang berkualitas, lebih mudah diakses, dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia.”

 

Penyakit ginjal kronik saat ini menjadi salah satu tantangan kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia. Secara global, sekitar 1 dari 10 orang dewasa mengalami gangguan ginjal, dan tren yang sama juga terjadi di Indonesia seiring meningkatnya jumlah penderita diabetes dan hipertensi, dua faktor risiko utama kerusakan ginjal. Kondisi ini turut memberikan dampak signifikan terhadap sistem kesehatan nasional, karena pengobatan penyakit ginjal termasuk salah satu beban pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

Etana juga terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pelayanan pasien ginjal, mulai dari peningkatan edukasi, dukungan terhadap tenaga kesehatan, hingga penyediaan terapi yang sesuai dengan pedoman klinis nasional. Dalam momentum Hari Ginjal Sedunia ini, Etana turut berkolaborasi dengan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit ginjal kronik, khususnya terkait pentingnya deteksi dini, pencegahan progresivitas penyakit, hingga penanganan komprehensif pada tahap lanjut, termasuk dialisis dan transplantasi ginjal.

 

Untuk memperkuat upaya peningkatan kesadaran dan penanganan penyakit ginjal kronik di Indonesia, kolaborasi antara komunitas medis, industri, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi sangat penting.

 

Dr. dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, Ketua Umum PB PERNEFRI mengatakan “Penguatan sistem deteksi dini menjadi fondasi penting dalam menekan laju progresivitas penyakit ginjal kronik di Indonesia. Saat ini banyak pasien masih terdiagnosis pada stadium lanjut, sehingga peluang memperlambat kerusakan ginjal menjadi terbatas. Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dan dukungan inovasi terapi, penanganan penyakit ginjal diharapkan semakin terintegrasi dan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien.”

 

“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memperluas akses pengobatan. Dengan dukungan ekosistem kesehatan yang kuat, mulai dari edukasi, ketersediaan terapi, hingga penguatan produksi dalam negeri, kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik di Indonesia,” tambah Roy.

 

Di sisi lain, pelayanan penyakit ginjal di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Banyak kasus penyakit ginjal kronik yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut sehingga penanganannya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan terapi jangka panjang yang berkelanjutan. Selain itu, ketimpangan akses layanan kesehatan antar wilayah serta besarnya beban pembiayaan kesehatan turut mempengaruhi penanganan penyakit ini.

 

Melalui kemampuan produksi EPO secara lokal, Etana berupaya mendukung ketersediaan obat yang lebih stabil sekaligus memperkuat kemandirian industri farmasi nasional, sehingga terapi yang dibutuhkan pasien dapat tersedia secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

 Sekilas tentang Etana

Didirikan pada tahun 2014, Etana adalah perusahaan biofarmasi Indonesia yang meneliti, memproduksi, dan memasarkan terapi biologis untuk pasar Asia Tenggara. Dengan misi melayani pasien dalam menyediakan terapi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif, perusahaan telah membangun fasilitas produksi lokal mutakhir yang memenuhi standar FDA internasional dan Indonesia. Fasilitas tersebut mampu menghasilkan terapi biologis dengan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Etana bercita-cita menjadi perusahaan biofarmasi terkemuka di kawasan ASEAN melalui ekspansi agresif dalam kapasitas produksi dan pengembangan produk, dengan fokus utama pada produk onkologi dan vaksin.

 

Etana dipimpin oleh tim manajemen lokal yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan luar dan dalam negeri serta memiliki pengalaman yang kuat di industri biofarmasi, dan didukung oleh tim investor internasional dan perusahaan biofarmasi terkemuka. Etana bertujuan untuk menyediakan terapi yang inovatif namun terjangkau melalui produksi lokal, untuk mendukung program pemerintah Indonesia dan permintaan pasar yang lebih besar. Etana saat ini adalah perusahaan biotek terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada penelitian dan pembuatan monoclonal antibodi, mRNA, dan platform biologis lainnya.

Lusy Andriani